Organisasi

P2RK: Dua Dekade Menguatkan Petani Rotan Katingan Menuju Pengelolaan Berkelanjutan

15 Jul 2026 19:29

Perkumpulan Petani Rotan Katingan (P2RK) merupakan organisasi petani rotan di Kabupaten Katingan yang telah berdiri sejak tahun 2004. Selama lebih dari dua dekade, P2RK terus memperkuat kelembagaan petani, meningkatkan kesejahteraan anggota, dan mendorong pengelolaan rotan yang berkelanjutan.

Organisasi Kategori
15 Jul 2026 Tanggal publikasi
Artikel cerita Membaca konteks lapangan
P2RK: Dua Dekade Menguatkan Petani Rotan Katingan Menuju Pengelolaan Berkelanjutan

Perkumpulan Petani Rotan Katingan (P2RK) resmi dibentuk dan dideklarasikan pada 20 Desember 2004 di Kasongan, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. Organisasi ini lahir dari kesadaran bersama para petani bahwa rotan bukan hanya komoditas ekonomi, tetapi juga bagian dari identitas masyarakat lokal, sumber penghidupan, serta aset alam yang harus dikelola secara berkelanjutan.

Pada awal pembentukannya, P2RK berfungsi sebagai wadah komunikasi, koordinasi, dan advokasi bagi petani rotan yang tersebar di berbagai desa di Kabupaten Katingan. Organisasi ini menjadi ruang untuk memperkuat posisi tawar petani, menyatukan aspirasi, dan mendorong praktik pengelolaan rotan yang lebih baik.

Momentum penting terjadi pada 12 Desember 2014 ketika WWF Indonesia Program Kalimantan Tengah memfasilitasi proses reaktivasi organisasi bersama para petani dan pemangku kepentingan. Sejak saat itu, P2RK terus berkembang melalui penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas anggota, pengembangan sistem ketertelusuran hasil rotan, serta perluasan akses pasar melalui berbagai kemitraan strategis.

Kini P2RK menjadi salah satu organisasi petani rotan yang berperan penting dalam mendukung pengelolaan rotan berkelanjutan di Indonesia serta menjaga kelestarian bentang alam Kabupaten Katingan.

Berita Terkait

Lanjutkan membaca topik yang masih berhubungan.

Sertifikasi

P2RK Perkuat Komitmen Pengelolaan Rotan Berkelanjutan Melalui Sertifikasi FSC

Keberhasilan P2RK memperoleh sertifikasi Forest Stewardship Council (FSC) menjadi tonggak penting dalam pengelolaan rotan berkelanjutan. Pencapaian ini membuka peluang pasar yang lebih luas sekaligus memperkuat komitmen organisasi dalam menerapkan praktik pengelolaan hasil hutan bukan kayu yang bertanggung jawab.